Dalam ulasannya tentang penelitian sel, hewan, dan manusia, Dr Dennis A. Chakkakal dari Omaha VA Medical Centre di Nebraska menggambarkan dampak alkohol. Alkohol telah lama disadarai dampaknya terhadap kesehatan hati, namun belum banyak yang menyadari pengaruhnya terhadap tulang.
Terlalu banyak alkohol ternyata juga menyebabkan kerusakan tulang, meningkatkan risiko patah, dan memperlambat pemulihan tulang yang retak. Menurutnya, alkohol yang berlebih menghambat pembentukan tulang baru. Chakkakal melaporkan hasil penelitiannya itu dalam jurnal Alcoholism: Clinical and Experimental Research edisi Desember.
Selama hidup, tulang menjalani proses pemodelan ulang di mana sel-sel yang disebut osteoklas merusak sebagian kecil bagian tulang yang tua dan sel-sel yang disebut osteoblast membentuk tulang baru. Pada orang yang sehat, proses ini berjalan seimbang sehingga
Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa meminum alkohol dalam jumlah terbatas justru akan membantu mempertahankan
Tapi, terlalu banyak alkohol menimbulkan dampak sebaliknya karena justru mendorong penipisan tulang dan keretakan. Alkohol yang terlalu berlebih di tubuh akan menghambat osteoblast menjalankan perannya.
Menurut Chakkakal, seorang peminum berat mungkin akan kehilangan
Dalam penelitian ini peminum berat didefinisikan sebagai orang yang minum alkohol enam atau lebih sehari. Sayang, tidak dijelaskan lebih lanjut berapa takaran dan persen kandungan alkoholnya. Tapi, dalam penelitian tersebut orang yang minum alkohol sedikitnya tiga kali sehari juga berisiko mengalami kerusakan tulang.
Oleh karena itu, Dr. Terrence M. Donohue Jr. yang juga dari Omaha VA Medical Center menganjurkan kepada orang yang mengalami patah tulang atau retak untuk menghindari alkohol selama proses penyembuhan.
Sumber:
|
reuters
|
No comments:
Post a Comment