Tuesday, July 7, 2015

Terapi Tubuh dengan Cermin

Rasa sakit pada organ tubuh ternyata dapat dikurangi dengan menggunakan cermin. Para ilmuwan mengatakan, pengobatan tanpa obat ini bisa diterapkan pada pasien dengan sindrom rasa sakit sebagian (CRPS) dan cedera otot yang berulang (RSI). Alasannya, cara ini akan memicu otak untuk mengoreksi penyimpangan yang terdapat pada tubuh.


CRPS terjadi pada satu dari tiga orang pasien yang mengalami patah tulang pada pergelangan tangan. Mereka merasakan sakit yang terus menerus pada lengan, tangan, atau bahu setelah gips dilepaskan. Rasa yang timbul itu bisa sangat menyakitkan sehingga beberapa pasien ingin melakukan amputasi, ujar Candy McCabe, peneliti dari University of Bath di Inggris yang mengembangkan terapi cermin.

Pada penelitian tersebut, delapan pasien CPRS diminta duduk di depan sebuah cemin panjang. Cermin ini ditempatkan sedemikian rupa sehingga tiap-tiap pasien hanya melihat bagian tubuhnya yang sehat serta bayangannya di cermin.
Lengan yang mengalami nyeri disembunyikan dari pandangan mereka, dan bayangan pada cermin menunjukkan bahwa mereka seolah memiliki dua tangan yang sehat. Mereka kemudian diminta berkonsentrasi dan meyakini bayangan pada cermin itu adalah kondisi nyata.

"Lewat cara ini, tiga pasien mengalami sembuh secara cepat, sedangkan yang lainnya membutuhkan waktu yang lebih lama," kata McCabe. "Namun, ketika cermin dipindahkan, rasa nyeri kembali muncul."
Meski demikian, lewat terapi cermin secara terus-menerus, enam orang pasien dapat sembuh secara total. Dua pasien lain menjadi perkecualian karena mengalami komplikasi pada tungkai dan penyimpangan fisik yang nyata.

Memperbaiki kesan tubuh

Sejak percobaan McCabe sukses diterapkan pada pasien CPRS dan RSI, ia yakin bahwa rasa sakit timbul karena ketimpangan otak dalam mempersepsikan tubuh dengan kondisi tubuh yang sebenarnya.
Otak terus-menerus mengirimkan sinyal ke tubuh, memperkirakan hal-hal seperti bentuk dan ukuran bagian tubuh serta lokasinya. Sistem sensor syaraf meresponnya dengan mengirimkan kembali informasi itu, memungkinkan otak memperbaiki gambarannya terhadap tubuh.

"Ketika lengan tidak dapat digerakkan karena di-gips, terjadilah ketimpangan persepsi," ujar McCabe, "Otak mengirimkan sinyal ke lengan tetapi tidak mendapatkan jawaban, sehingga otak akan membentuk sendiri kesan rasa sakit di bagian tubuh itu."

Banyak orang sembuh dari ’kebingungan’ itu secara spontan ketika gips di lepaskan. Namun, sebagian lainnya akan terus merasakan sakit. "Nah, terapi cermin ini akan mempengaruhi kerja otak dengan menyusun kembali kesan akan tubuh dan menghentikan rasa sakit," ia menambahkan.

Rasa yang mengganggu

Dalam penelitian lebih lanjut untuk menguji teori ketidaksesuaian persepsi otak itu, McCabe dan teman-temannya dari Bath Royal National Hospital bagian penyakit rematik melakukan pengujian terhadap 41 sukarelawan yang bertubuh sehat.

Seperti pada pengujian sebelumnya, mereka diminta untuk duduk di depan cermin yang membagi tiap orang menjadi dua, memberikan bayangan tubuh yang simetris pada cermin, dan mereka diminta untuk meyakini bahwa bayangan itu adalah kondisi mereka yang sesungguhnya.

Mereka diminta menggerakkan kedua tangan sambil melihat bayangannya di cermin, untuk menciptakan ketimpangan dari gerakan tangan sesungguhnya - yang tersembunyi dari cermin - dengan gerakan tangan yang terlihat di cermin.
"Dengan segera mereka merasakan sesuatu yang tidak nyaman pada tangan yang tidak tampak di dalam cermin, mulai dari rasa tidak nyaman ringan hingga menyakitkan," ujar McCabe. "Beberapa orang merasakan ketidaknyamanan ini menjadi sesuatu yang menyakitkan selama 20 detik masa pengujian."

Meski begitu tidak semua orang sependapat dengan McCabe. Contohnya Peter Buckle, seorang ahli dalam bidang RSI dari Robens Centre for Health Ergonomics di Surrey University.

Menurut Buckle otak memang dapat dibingungkan dengan memberikan perbedaan akan gambaran dan kondisi yang nyata. Namun, ia tidak yakin bahwa ini merupakan suatu faktor yang mempengaruhi pada pasien RSI. "RSI telah ada selama ratusan tahun dan merupakan gejala fisik yang nyata, termasuk peradangan dan kerusakan syaraf," ujarnya. (k-1)

Sumber:


Steps that Leads to Economic Crisis

Steps to Economic Crisis

No
Indicator
Up/Down
Timing
1
Corporate Bankruptcy
UP
_ 10-12 month
2
Housing Price
Down
_ 9 month
3
Housing Start
Nahb Housing Index
New Homes
Consumer Spending
Down
_ 6 Month
4
Corporate Profit
Consumer Sentiment (< 80)
Down
_ 3 month
5
Wage Growth
Job Offering
Job vacancy
Philadelphia Fed index
Cointinuing Claim

Down
Down
Down
Down
UP
0-1 Month
6
Initial Claims (> 350,000)
ISM Manufacturing (<50)
Up
Down
+2 Month
+2 Month
7
Personal Spending
Down
+3 Month
8
Personal saving
Vehicle sales
Unemployment rate
Retail Sales
UP
Down
UP
Down
+6-9 months


Crisis = WHEN GDP negative

Wednesday, July 1, 2015

Belitung Trip

Belitung is an island located on the east coast of SumatraIndonesia in the Java Sea. this island become popular in Indonesia after a movied called Laskar Pelangi which showed the beauty of the island.
It is well known for it's Pepper & tin. and the beaches are well known also for the big rocks. 

This is my first trip to the island and I have few questions prior to the travel:


  1. Which hotel I should stay?
  2. how long should I stay?
  3. What are the must- visit places?
  4. should I go by my own? or tour guide?
Hotel & Flight
I visited the island back in April. I did my flight ticket & hotel booking directly from a portal company. There are many flight schedule to this island from jakarta, those includes Garuda, Citilink, Lion, Sriwijaya airline.

After doing some preliminiary research I decided to book a hotel called Hotel Icon. nice hotel with reasonable price (arround IDR 450,000). it;s a new hotel. and located at Tanjung Pandan, the staffs are very helpful as well. and not far if you want to go anywhere from there.

Transportation

My other decision was to rent a car without driver & without Fuel. (I used Innova and it costs me IDR 400,000/day). and i think this is right decision since i think the mark on the roads are great, you can go anywhere just following those road marks.  you can also depends on your GPS (i use Telkomsel here and quite okay to explore the island).

One thing that you need to be aware if you travel there and you are driving is that.. it's quite difficult to find a gas station (SPBU). there are plenty of gasoline being sold by the villagers at their warung (small Shop), the price is a bit more expensive, but still reasonable i think.

Exploration

my 1st day on this island was spent on a beach called Tanjung Tinggi beach, i think this is the best beach in Belitung island with big rocks, and this is the beach where Laskar Pelangi movie was made. 



we spent the whole afternoon at this beach, it's a beautiful beach. 

Day 2 we travel to islands, we did boat booking through hotel and I think this is the most convenient way to do so. it's arround IDR 500,000 for renting the boat for 1 day ( i heard normally from 9 Am- 2 PM) and you can explore up to 5 islands. 
I think going to islands are the best part of our exploration, as those islands are very beautiful, it took a few minutes only from 1 island to another. here are some great pictures.





Food
There are a lot of recommended food in Belitung you must try- they are great food close to the hotel, you may ask hotel staffs on the recommended places to buy, those food includes:
- Ya mien
- Kwetiau
- Martabak 

If u plan to buy snack I think the best place to find it is in a family store called "Toko oleh-oleh Keluarga"